Selasa, 17 September 2019

Model Pembelajaran Metode Two Stay Two stray




By: Yusra Efendi

Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran (learning methods)? Pertanyaan ini sering muncul di benak kita sebagai tenaga pendidik atau guru.
__________________________________
A. Pengertian Metode Pembelajaran

     Secara umum pengertian metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Yaitu suatu cara yang dipilih oleh pendidik atau guru untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Menurut Departemen pendidikan Republik Indonesia
pada buku Metodologi Pendidikan (2001: 19), metode berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

     Menurut penulis bahwa yang dimaksud metode pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa.

     Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran. Dengan menggunakan metode pembelajaran, proses belajar mengajar nampak menyenangkan dan tidak membuat para siswa tersebut suntuk dan membosankan, dan juga para siswa tersebut dapat menangkap ilmu dari tenaga pendidik tersebut dengan mudah sekaligus bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

     Untuk itulah ketika memilih sebuah metode pembelajaran haruslah memperhatikan karakteristik peserta didik. Pendidik atau guru dapat menggunakan metode yang berbeda untuk tiap kelasnya disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Istilah metode pembelajaran sangat gampang sekali di ucapkan sehingga kita tidak lagi memperhatikannya sehingga tidak jarang kita menemui guru yang selalu memberikan tugas siswa dengan mencatat pelajaran dari awal sampai akhir atau guru yang berceramah saja dalam kelas hingga jam pelajaran habis.

     Beberapa contoh metode pembelajaran diantaranya adalah dengan metode ceramah, demonstrasi, role play, diskusi, problem solving, sosiodrama, karya wisata, tanya jawab, latihan, proyek, eksperimen, resitasi, debat, simposium, Two stay two stray dan lain sebagainya.

B. Definisi Pembelajaran

     Menurut Gagne, Wagner dan  Brigsa, yang dimaksud pembelajaran adalah serangakaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Sedangkan menurut Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Definisi pembelajaran menurut Menurut Munandar (dalam Suyono dan Hariyanto, 2011:207) yang menyatakan bahwa pembelajaran dikondisikan agar mampu mendorong kreativitas anak secara keseluruhan, membuat peserta didik aktif, mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan berlangsung dalam kondisi menyenangkan.

     Adapula pernyataan oleh Winataputra (2007: 1) yang menyatakan bahwa arti pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk menginisiasi, memfasilitasi dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada diri peserta didik. Kondisi lingkungan sekitar dari siswa sangat berpengaruh terhadap kreativitas yang akan diciptakan oleh siswa. Disaat ketika siswa merasa nyaman, maka tujuan pembelajaran akan lebih mudah untuk dicapai.
Berdasarkan hal tersebut penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya sistematis dan sistemik untuk menginisiasi, memfasilitasi dan meningkatkan proses belajar, oleh karena kegiatan pembelajaran sangat berkaitan erat dengan jenis hakikat serta jenis belajar dan prestasi belajar tersebut.
Dari sekian banyak metode dan model pembelajaran yang di terapkan oleh para pendidik atau guru di  SMP Negeri 5 Wolowaru ende penulis mencoba lagi dengan model TSTS sebagai pengalaman awal di Pulau Flores ini. Awalnya menerapkan pembelajaran dengan metode ceramah sebagai penjelasan awal dari materi yang disampaikan serta tanya jawab yang melibatkan interaksi dengan siswa agar siswa terpancing dengan materi yang diajarkan selanjutnya penulis menerapkan metode two stay two stray (dua tinggal dua tamu) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada kelompok membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain.

     Hal ini dilakukan karena banyak kegiatan belajar mengajar yang diwarnai dengan kegiatan-kegiatan individu. Dengan tujuan mengarahkan siswa untuk aktif, baik dalam berdiskusi, tanya jawab, mencari jawaban, menjelaskan dan juga menyimak materi yang dijelaskan oleh teman. Dalam  pembelajaran ini siswa dihadapkan pada kegiatan mendengarkan apa yang diutarakan oleh temannya ketika sedang bertamu, yang secara tidak langsung siswa akan dibawa untuk menyimak apa yang diutarakan oleh anggota kelompok yang menjadi tuan rumah tersebut.
Dalam proses ini, akan terjadi kegiatan menyimak materi pada siswa. Pembelajaran two stay two stray (Dua Tinggal Dua tamu) merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa belajar memecahkan masalah bersama anggota kelompoknya, kemudian dua siswa dari kelompok tersebut bertukar informasi ke dua anggota kelompok lain yang tinggal.

     Dalam model pembelajaran two stay two stray (Dua Tinggal Dua Tamu), siswa dituntut untuk memiliki tanggungjawab dan aktif dalam setiap kegiatan  pembelajaran. Model pembelajaran Two stay two stray ini memberi kesempatan kepada kelompok untuk mengembangkan hasil informasi dengan kelompok lainnya. Selain itu, struktur two stay two stray ini memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil kepada kelompok lain.

     Langkah-langkah dalam menggunakan metode two stay two stray adalah sebagai berikut :
a. Peserta didik bekerjasama dalam kelompok berempat seperti biasa
b. Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok bertamu ke kelompok lain
c. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil dan informasi mereka ke tamu mereka
d. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka masing-masing dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain
e. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka.

     Ada pun tahapan-tahapan yang terdapat dalam model two stay two stray ini adalah sebagai berikut:

√ Persiapan
     Pada tahap persiapan ini, hal yang dilakukan guru adalah membuat silabus dan sistem  penilaian, desain pembelajaran, meyiapkan tugas siswa dan membagi siswa dalam satu kelas kedalam beberapa kelompok dengan masing-masing anggota 4 siswa dan setiap anggota kelompok harus heterogen dalam hal jenis kelamin dan prestasi akademik siswa. Setelah itu, siswa diberi pra tes untuk mengetahui kemampuan awal siswa.

√ Presentasi Guru
     Pada tahap ini, guru menyampaikan indikator pembelajaran, mengenal dan menjelaskan materi sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.

√ Kegiatan Kelompok
     Dalam kegiatan ini, pembelajarannya menggunakan lembar kegiatan yang berisi tugas-tugas yang harus dipelajari oleh tiap-tiap siswa dalam satu kelompok.

√ kegiatan
     permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan konsep materi dan klasifikasinya, siswa mempelajarinya dalam kelompok kecil yaitu mendiskusikan masalah tersebut bersama-sama anggota kelompoknya. Masing-masing kelompok menyelesaikan atau memecahkan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri. Kemudian 2 dari 4 anggota dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok yang lain secara terpisah, sementara 2 anggota yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka. Setelah memperoleh informasi dari 2 anggota yang tinggal, tamu mohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing dan melaporkan temuannya dari kelompok lain tadi serta mancocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.

√ Formalisasi
     Setelah belajar dalam kelompok dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan, salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya untuk dikomunikasikan atau didiskusikan dengan kelompok lainnya. Kemudian guru membahas dan mengarahkan siswa ke  bentuk formal.

Kesimpulan
     Dari pembahasan yang telah penulis paparkan dalam makalah ini maka dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran two stay two stray dengan group to group exchange ini merupakan salah satu dari model pembelajaran kooperatif yang memiliki ciri-ciri mengajak siswa untuk aktif memecahkan masalah secara bersama-sama agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

     Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran, salah satunya dengan menerapkan kedua model tersebut. Dari kedua model pembelajaran ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Selain itu, dengan menggunakan model pembelajaran ini peserta didik akan lebih terlatih untuk selalu menggunakan keterampilan pengetahuannya, sehingga pengetahuan dan  pengalaman belajar mereka akan tertanam untuk jangka waktu yang cukup lama. Dan dapat mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan lebih bermakna.

     Namun demikian, tidak ada metode yang paling baik yang ada hanyalah bagaimana cara seorang pendidik mampu mengembangkan model pembelajaran agar dapat tidak menimbulkan kebosanan pada peserta didik dalam proses pembelajaran. Sehingga dapat mencapai dari tujuan pendidikan itu sendiri yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Wassalam

Yusra Efendi
Guru Bina Kawasan RI 2019

Dokumentasi Pembelajaran
 Diskusi kelompok
 Pembagian anggota kelompok
 Salah seorang siswa menyampaikan hasil diskusi kelompok
 Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi
 Penampilan kelompok lain
 Selesai kegiatan belajar mengajar
 Penyampain kesimpulan hasil diskusi oleh guru
 Siswa bertamu ke pada kelompok lain

Siswa sangat aktif dalam kegiatan kelompok